Saya sangat tertarik dengan rajawali ketika saya mendengar tentangnya beberapa waktu yang lalu. Rajawali adalah burung yang memiliki karakter yang sangat eksklusif bila dibandingkan dengan burung-burung pada umumnya. Rajawali memilih tinggal di gunung-gunung yang tinggi daripada berada di ketinggian yang rendah di atas permukaan bumi. Rajawali pun memiliki kesenangan tersendiri ketika dia menemui badai. Hal ini dikarenakan jika ia merentangkan sayapnya di atas badai, membuatnya dapat terbang tinggi jauh di udara tanpa menggunakan kekuatannya. Berbeda dengan unggas lainnya yang pada umumnya lari bila badai mendekat.
Hal lain yang membuat saya terpukau adalah apa yang rajawali lakukan untuk mempersiapkan sarangnya. Rajawali memilih sarangnya yang berada di tempat gunung batu yang tinggi, yang pada umumnya sulit di jangkau. Sarang mereka terbuat dari berbagai macam lapisan yang ada. Lapisan pertama yang mereka buat terbuat dari semak belukar yang kasar dan berduri. Lapisan berikutnya yang di buat oleh induk Rajawali adalah memberikan lapisan dedaunan kering yang diikuti dengan dedaunan yang segar yang membuatnya menjadi sarang yang nyaman. Semua dilakukan oleh induk rajawali untuk menyambut kedatangan telur yang akan menetas baginya.
Tibalah waktu bagi telur untuk menetas dan seekor rajawali kecil pun melihat dunia baru untuk pertama kalinya. Karena tubuhnya yang mungil disertai sayapnya yang kecil dan rapuh tidak memungkinkan baginya bertahan hidup dengan mencari makanan sendiri. Secara naluri sang induk pun bergegas mencarikan makanan untuk anaknya. Namun setelah beberapa saat lamanya. Sang bayi rajawali pun menjadi kuat dan siap untuk terbang. Sayapnya pun mulai terlihat cukup kuat untuk mulai terbang melintasi badai. Namun satu kendala yang dihadapi oleh sang rajawali kecil. Dia terlalu nyaman dengan keadaan hidupnya sekarang: mendapat makanan cukup, sarang yang lembut dan perlindungan dari sang induk. Namun alam lah yang menggoncangkan segala sesuatunya termasuk sarang rajawali. Badai pun datang menerpa sarang rajawali yang meninggalkan semak duri pada sarangnya. Hal ini membuatnya semakin tak merasa nyaman apalagi ditambah dengan induknya yang tak lagi memberikan makanan baginya. Dia pun harus terbang. Ya.... seekor anak rajawali kecil ini pun mulai keluar dari zona nyaman dan melangkah keluar dari sarang dan merentangkan sayapnya yang kecil namun cukup kuat untuk membawanya terbang dan.....
SYuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttttt............................................... Flook.... Floookk.......
Ya terbanglah si rajawali kecil... dan dia berhasil melintasi badainya..... dia berhasil melampaui setiap badai yang ada menghadang jalannya.
Well, milikilah mental seperti seekor rajawali. Semua manusia pasti punya persoalan yang membebani. Baik itu dari sekarang, masa lalu, maupun kekhawatiran tentang masa depan. Tapi kalau kita memandang setiap persoalan tersebut seperti rajawali yang memandang badai, pasti akan membuat kita lebih tinggi terbang.
Terkadang kita tidak cukup yakin dengan apa yang dapat kita lakukan dengan kapasitas kita saat ini. Tapi percayalah, kita cukup bahkan lebih dari cukup untuk melakukan sesuatu yang untuknnya Tuhan telah ciptakan kita. Kita tak mau melakukannya karena suatu alasan sederhana: tak mau melampaui zona nyaman.
Seketika anda berpikir untuk tak mau melampaui zona nyaman, segala sesuatunya akan di guncangkan dan anda mau tak mau keluar dari zona nyaman.
Hal lain yang membuat saya terpukau adalah apa yang rajawali lakukan untuk mempersiapkan sarangnya. Rajawali memilih sarangnya yang berada di tempat gunung batu yang tinggi, yang pada umumnya sulit di jangkau. Sarang mereka terbuat dari berbagai macam lapisan yang ada. Lapisan pertama yang mereka buat terbuat dari semak belukar yang kasar dan berduri. Lapisan berikutnya yang di buat oleh induk Rajawali adalah memberikan lapisan dedaunan kering yang diikuti dengan dedaunan yang segar yang membuatnya menjadi sarang yang nyaman. Semua dilakukan oleh induk rajawali untuk menyambut kedatangan telur yang akan menetas baginya.
Tibalah waktu bagi telur untuk menetas dan seekor rajawali kecil pun melihat dunia baru untuk pertama kalinya. Karena tubuhnya yang mungil disertai sayapnya yang kecil dan rapuh tidak memungkinkan baginya bertahan hidup dengan mencari makanan sendiri. Secara naluri sang induk pun bergegas mencarikan makanan untuk anaknya. Namun setelah beberapa saat lamanya. Sang bayi rajawali pun menjadi kuat dan siap untuk terbang. Sayapnya pun mulai terlihat cukup kuat untuk mulai terbang melintasi badai. Namun satu kendala yang dihadapi oleh sang rajawali kecil. Dia terlalu nyaman dengan keadaan hidupnya sekarang: mendapat makanan cukup, sarang yang lembut dan perlindungan dari sang induk. Namun alam lah yang menggoncangkan segala sesuatunya termasuk sarang rajawali. Badai pun datang menerpa sarang rajawali yang meninggalkan semak duri pada sarangnya. Hal ini membuatnya semakin tak merasa nyaman apalagi ditambah dengan induknya yang tak lagi memberikan makanan baginya. Dia pun harus terbang. Ya.... seekor anak rajawali kecil ini pun mulai keluar dari zona nyaman dan melangkah keluar dari sarang dan merentangkan sayapnya yang kecil namun cukup kuat untuk membawanya terbang dan.....
SYuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttttt............................................... Flook.... Floookk.......
Ya terbanglah si rajawali kecil... dan dia berhasil melintasi badainya..... dia berhasil melampaui setiap badai yang ada menghadang jalannya.
Well, milikilah mental seperti seekor rajawali. Semua manusia pasti punya persoalan yang membebani. Baik itu dari sekarang, masa lalu, maupun kekhawatiran tentang masa depan. Tapi kalau kita memandang setiap persoalan tersebut seperti rajawali yang memandang badai, pasti akan membuat kita lebih tinggi terbang.
Terkadang kita tidak cukup yakin dengan apa yang dapat kita lakukan dengan kapasitas kita saat ini. Tapi percayalah, kita cukup bahkan lebih dari cukup untuk melakukan sesuatu yang untuknnya Tuhan telah ciptakan kita. Kita tak mau melakukannya karena suatu alasan sederhana: tak mau melampaui zona nyaman.
Seketika anda berpikir untuk tak mau melampaui zona nyaman, segala sesuatunya akan di guncangkan dan anda mau tak mau keluar dari zona nyaman.
That's all...
Your Faithfully,
Tigeros86
No comments:
Post a Comment